Selamat Datang di Bumi Jagad Besemah

04 March, 2014

WISATA PAGAR ALAM MEGALITHIKUM : WARISAN KEKAYAAN BUDAYA JAGAD BESEMAH

WISATA PAGAR ALAM
MEGALITHIKUM : WARISAN KEKAYAAN  BUDAYA JAGAD BESEMAH




Situs tangga batu ini bentuknya memanjang hingga sekitar 20 meter, terdiri dari batuan keras yang terpahat dan disusun berundak seperti tangga hingga ketinggian lebih kurang 4 meter dan diameter terjauh berada di bagian tengah dengan lebar sekitar 5 meter. Di berbagai sisinya terdapat berbagai arca dan relief, seperti pada bagian bawah depan terdapat arca yang menyerupai kepala manusia. Sementara pada bagian sisi samping atas terdapat relief yang menyerupai hewan gajah. Namun sayang, belalai gajah pada relief ini tak sempurna lagi. Menurut Masyarakat berdasarkan cerita orang-orang tua, Dahulu pada situs ini terdapat patung, namun sekarang tidak bisa menemukannya. Begitu pula cerita mengenai adanya tapak kaki puyang Serunting Sakti yang katanya ada di sekitar sini belum berhasil kita temukan. Jika kita bersihkan, di sisi-sisi tangga batu ini juga masih banyak patung-patung lainnya. Batu megalit lainnya yang baru terungkap berbentuk kerbau, terletak di tepian Sungai Selangis Dusun Gunung Ilir, Kelurahan Agunglawangan, Kecamatan Dempo Utara. Batu megalit yang selama ini oleh warga setempat dinilai tak lebih dari batu-batu pada umumnya tersebut berposisi seperti seekor kerbau yang tengah berbaring dengan kaki terlipat. Meski dua tanduk yang menjadi salah satu ciri kerbau sudah patah, serta beberapa bagian tubuh dari batu megalit tersebut telah berubah menjadi lahan tumbuhnya rerumputan, namun bentuknya masih dapat dengan jelas menggambarkan seekor kerbau.
Dengan ukuran 2 meter kali 1,5 meter, batu megalit berwarna putih kemerah-merahan itu secara keseluruhan berukuran dua kali lipat dari ukuran kerbau sebenarnya. Sayangnya, ketika tim mengunjungi lokasi yang dimaksud, batu kerbau tak nampak. Hujan yang terus-terusan mengguyur Kota Pagarlam membuat batu kerbau tergenang. "Sayang air sedang besar, batunya tak terlihat dengan jelas," kata Afan, salah seorang warga.
Batu megalit berikutnya berbentuk seorang ibu yang sedang menggendong anaknya. Batu megalit ini ditemukan seorang warga bernama Aan, juga di Dusun Gunung Ilir. Hanya saja batu megalit ini ditemukan di areal persawahan, "Ukurannya lebih kurang tiga kali drum minyak," terang Afan. Saat ditemukan, batu setinggi 1,5 meter tersebut kondisinya sudah tidak utuh lagi, "Kepalanya sudah lepas," lanjut Apan.
Batu megalit lainnya yang baru ditemukan berbentuk gong dengan ukuran lebih kurang lima kali ukuran drum minyak. Selain bentuknya yang mirip alat musik tradisional gong. Batu megalit berbentuk bundar lonjong dengan tinggi 1 meter, lebar 2 meter dan pajang 5 meter tersebut juga mengeluarkan suara yang nyaris sama persis dengan gong manakala dipukul. Batu megalit gong tersebut ditemukan di kebun kopi milik warga Dusun Atung Bungsu Kecamatan Dempo Selatan. Dusun tersebut hanya berjarak lebih kurang 1 km dari lokasi pembangunan lapangan terbang (lapter) Atung Bungsu. Baru-baru ini juga ditemukan megalit berbentuk kursi batu. Lokasi penemuan megalit ini berjarak dua kilometer dari Dusun Talangkubangan atau satu jam berjalan kaki menelusuri tebing dan kebun kopi. Ukurannya 50 x 50 sentimeter dan tinggi 50 sentimeter serta lebar 50 sentimeter. Balai Arkeologi Palembang Kristantina Indriastuti mengatakan, penemuan megalit kursi batu masih perlu dikaji kebenarannya. "Untuk memastikan zaman dan apa jenis megalit kursi batu itu perlu dilakukan penelitian lagi. Tapi kalau melihat dari bentuk, tentunya megalit itu sudah berumur ribuan tahun sehingga diharapkan masyarakat terus menjaganya dengan baik," ujarnya.




Visit Pagar AlamJ

Sumber : Besemah Pagar Alam

lates blog : Pagaralamese.blogspot.com

No comments:

Post a Comment