Selamat Datang di Bumi Jagad Besemah

19 March, 2012


Melakukan Hardreset di Ponsel Symbian (di test di Nokia 5320 XM, Nokia N73 dan Nokia 6120c)

Disadari ataupun tidak, ponsel yang memiliki OS Symbian memiliki beberapa kekurangan pada System Operasinya. Selayaknya Windows, OS Symbian juga akan berjalan semakin lambat dalam jangka waktu tertentu. Entah karena kebanyakan data atau masih adanya bug di ponsel tersebut. Karena itu saya menyarankan selalu update firmware ponsel kamu setiap ada firmware terbaru. Kalau tidak ada firmware baru? Apa yang harus kita lakukan? HardReset. Itu cara paling ampuh mengatasi semua masalah yang terjadi pada sistem. Dengan hardreset, ponsel akan menghapus semua data yang ada, sehingga software ponsel akan kembali seperti pada kondisi pertama kali keluar dari pabrik.
Resikonya dengan melakukan hardreset?
Semua data yang tersimpan di memori ponsel akan terhapus, termasuk semua aplikasi yang ada. Walaupun ada aplikasi yang terinstall di memory card, kemungkinan besar aplikasi tersebut tidak akan bisa di jalankan. Karena itu, kalau ingin melakukan hardreset, siap siaplah kehilangan semua data dan aplikasi yang ada.
Untuk melakukan Hardreset, ada 2 cara yang saya tahu, itupun tergantung kondisi masalah yang kita alami.
Pertama, untuk ponsel dengan masalah, lambatnya sistem kinerja ponselnya, cukup melakukan hardreset dengan cara tekan *#7370# dari menu standby. Maka akan muncul notifikasi seperti pada gambar di samping, dengan menekan “Ya”, maka ponsel akan langsung melakukan hardreset. Dan semua data yang ada akan terhapus. Karena itu jangan lupa membuat cadangan data data ponsel.
Kedua, biasa kita kenal dengan Hardreset 3 jari, karena harus menekan beberapa tombol sekaligus untuk melakukan hardreset. Hardreset seperti ini di lakukan kalau ponsel gagal restart atau gagal booting atau ponsel tidak mau hidup saat di tekan tombol power. Contoh ponsel tidak mau hidup, biasanya kalau di tekan tombol power, hanya akan tampil layar putih kosong, lalu ponsel mati lagi.
Untuk ponsel symbian 2nd edition ataupun 3rd edition silahkan lakukan hardreset dengan cara menekan dan menahan tombol *, tombol Call (hijau), angka 3, dan juga tombol power. Tekan dan tahan 4 tombol tersebut sampai ponsel kembali hidup normal, mungkin gak bisa sekali jadi. Mungkin teman teman harus berusaha melakukannya beberapa kali sampai ponsel tersebut kembali restart dengan normal. Yang perlu di ingat mengenai tombol power, pada beberapa ponsel seperti Nokia E63, tidak ada tombol power khusus, karena tombol powernya menyatu dengan tombol call end/tombol merah. Kalau demikian adanya, berarti kita harus menekan dan menahan tombol *, tombol Call (hijau), angka 3, dan juga call end/tombol merah untuk melakukan hardreset.
Untuk ponsel Nokia 5230 / 5233 / 5235 / 5530 / 5800 / C6 / X6, mempunyai cara yang berbeda karena merupakan ponsel touchscreen. Untuk melakukan hardreset, silahkan tekan dan tahan tombol Call (hijau), Call end(merah), tombol kamera, dan juga tombol power.
Untuk ponsel Nokia N97 / Nokia N97 Mini, mempunyai cara yang berbeda lagi. Untuk melakukan hardreset, silahkan tekan dan tahan tombol Shift, Spasi, Backspace, dan juga tombol power.
Untuk ponsel Nokia N8, untuk melakukan hardreset, silahkan tekan dan t
KMBP (KELUARGA MAHASISWA BESEMAH PAGARALAM)

KMBP merupakan organisasi kedaerahan yang berasal dari Kota Pagaralam. KMBP beranggotakan mahasiswa Universitas Sriwijaya.
dahulunya KMBP bernama Formala (Forum Mahasiswa Pagaralam).

18 March, 2012


Efektifitas Penyuluhan

Efektifitas adalah ketepatgunaan, hasil guna, menunjang tujuan. Efektifitas pada dasarnya mengacu pada sebuah keberhasilan atau pencapaian tujuan. Efektifitas merupakan salah satu dimensi dari produktivitas, yaitu mengarah kepada pencapaian unjuk kerja yang maksimal, yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu.
Efektifitas kegiatan penyuluhan pertanian disini, diartikan sebagai pencapaian seluruh tujuan dari kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan disuatu tempat. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini sendiri berbeda- beda disetiap tempatnya. Masing- masing disesuaikan dengan kebutuhan petani untuk memajukan usahataninya.  Sedangkan efisien berarti hemat, dalam arti menggunakan semua sumber daya (tenaga,  waktu, pikiran dan biaya) sekecil mungkin untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya (tujuan penyuluhan tercapai). Dengan kata lain, metode yang digunakan dalam penyuluhan tidak menghabiskan banyak biaya, waktu, tenaga dan pikiran.
tujuan penyuluhan pertanian jangka panjang, yaitu agar tercapai peningkatan taraf hidup masyarakat petani, mencapai kesejahteraan hidup yang lebih terjamin. Tujuan itu hanya bisa tercapai apabila para petani dalam masyarakat itu, pada umumnya telah melakukan “better farming, better business, better living”, yang artinya:
a.       better farming, mau dan mampu mengubah cara- cara usaha taninya dengan cara- cara  yang lebih baik;
b.      better business, berusaha yang lebih menguntungkan, misalnya menjauhi para pengijon, para lintah darat, dsb;
c.       better living, menghemat tidak berfoya- foya setelah melangsungkan panenan, menabung, bekerja sama memperbaiki higiene lingkungan, mendirikan industri- industri rumah dengan mengikutsertakan keluarganya guna mengisi kekosongan waktu selama menunggu masa panen.



secret admirer by Mocca

Oh, secret admirer
When you're around the autumn feels like summer
How come you're always messing up the weather?
Just like you do to me..

My Silly admirer
How come you never send me bouquet of flowers?
It's whole lot better than disturbing my slumber
If you keep knocking at my door

Last night in my sleep
I dreamt of you riding on my counting sheep
Oh how you're always bouncing
Oh you look so annoying. (Please!)

Dear handsome admirer
I always think that you're a very nice fellow
But suddenly you make me feel so mellow
Every time you say: "HELLO!"

And every time you look at me
I wish you vanish and disappear into the air
How come you keep on smiling?
Oh! You look so annoying. (Not again!)

My secret admirer
I never thought my heart could be so yearning
Please tell me now why try to ignore me
'Cause I do miss you so

My silly admirer ('cause I do miss you so..)
My handsome admirer ('cause I do miss you so..)
Dear secret admirer
'Cause I do miss you so

Metode Penyuluhan
Metode penyuluhan pertanian diartikan sebagai cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya (Dinas Peternakan, 2010).
Berdasarkan jumlah sasaran dan proses adopsi maka penyuluhan dibedakan menjadi hubungan perseorangan, hubungan kelompok dan hubungan masal. Metode dengan hubungan perseorangan digunakan penyuluhan pertanian/peternakan untuk berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan masing-masing orangnya. Misalnya adalah kunjungan ke rumah, ke sawah, ke kantor, pengiriman surat kepada perseorangan dan hubungan telepon. Dalam banyak hal, hubungan perseorangan diperlukan agar petani menerapkan rekomendasi yang dianjurkan (Alim, 2010).

Konsepsi Media Komunikasi


Alat bantu media visual dapat meningkatkan keefektifan penyuluhan. Sebagai contoh, hadirin akan mengingat lebih banyak isi pesan suatu ceramah yang menggunakan ilustrasi dari alat bantu media audio visual daripada pembicaraan tanpa menggunakan alat apapun (tanpa media). Adapun penyebabnya yaitu :
1.      Alat bantu dapat menangkap perhatian hadirin
2.      Melalui alat, bisa disarikan butir-butir penting dari pembicaraan dengan jelas
3.      Pesan lebih mudah ditangkap melalui beberapa panca inra dibandingkan yang hanya melalui panca indra saja
4.      Kemungkinan untuk mengurangi terjadinya penafsiran keliru
5.      Beberapa alat bantu dapat membantu menyusun pesan secara sistematis
Media massa memberikan pengaruh kepada audiens. Pengaruh media massa  telah dikembangkan oleh Lavidge dan Steiner (1961). Menurut Severin dan Tankard (2009) pengaruh media massa enam langkah yang dikembangkan oleh Lavidge dan Steiner (1961) dikelompokkan dalam tiga dimensi atau kategori-kategori berikut : kognitif, afektif, dan konatif.
Kognitif berhubungan dengan pengetahuan kita tentang segala sesuatu, afektif berhubungan dengan sikap kita terhadap sesuatu dan konatif berhubungan dengan tingkah laku kita terhadap sesuatu. Berberapa praktisi media bisa saja memakai terhadap sebagaian porsi dari pengaruh-pengaruh yang dispesifikkan, misalnya seseorang reporter, bisa hanya tertarik pada segi kognitif. Pencipta sebuah iklan, bisa tertarik untuk mencapai seluruh tingkatan enam langkah tersebut. Program komunikasi yang efektif sering melibatkan kombinasi komunikasi massa dan komunikasi antarpribadi, kadang-kadang dapat ditemukan keuntungan dari komunikasi antarpribadi melalui komunikasi massa.
Menurut Hidayat (2009) efek komunikasi massa bisa dibagi menjadi beberapa bagian. Secara sederhana Keith R. Stamm dan Jhon E. Bowes (1990) membagi dua bagian dasar. Pertama efek primer meliputi terpaan, perhatian, dan pemahaman. Kedua, efek sekunder meliputi perubahan tingkat kognitif (perubahan pengetahuan dan sikap) dan perubahan perilaku (menerima dan memilih).
Penyuluhan yang dilakukan pada kelompok petani di Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam umumnya dilakukan secara ceramah dan domonstrasi oleh petugas PPL. Untuk penjelasan suatu proses secara runtut dengan melihat sendiri memerlukan waktu yang panjang, misalnya pertemuan pertama penyuluhan hanya bisa mempraktikkan dan melihat hasil dari pemilihan batang bawah sampai penutupan sambungan, untuk melihat hasil sambungan dan kegiatan selanjutnya harus menunggu hasil praktik berhasil. Dengan penggunaan media komunikasi berupa film/video yang dipadukan dengan demonstrasi petani bisa melihat tahap-tahap hingga akhir tanpa harus menunggu waktu yang lama sehingga akan mempermudah petani mempraktikannya di kebun masing-masing. Maka dari itu peneliti mencoba menggunakan media film dalam penyampaian materi kepada kelompok tani untuk melihat persepsi petani terhadap materi yang disampaikan. 

Konsepsi Media Komunikasi Massa (Film/Video)
Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis, seperti film, surat kabar, radio dan televisi. Film dalam pengertian sempit adalah penyajian gambar lewat layar lebar, tetapi dalam penegrtian lebih luas bisa juga berupa gambar-gambar yang disiarkan TV. Film dengan kemampuan daya visualnya yang didukung audio yang khas, sangat efektif sebagai media hiburan dan juga sebagai media pendidikan dan penyuluhan. Film bisa diputar berulang kali pada tempat dan khalayak yang berbeda (Cangara, 2010).
Menuurut Effendy (2000) secara etomologis istilah video berasal dari bahasa latin videre yang berarti melihat dan secara maknawi berati unsur yang dapat dilihat pada layar kaca. Sebagai tandingannya istilah audio berasal dari kata audere yang berarti mendengar atau mendengarkan. Dalm arti luas video adalah televisi dimana kata tele bermakna penglihatan jauh yang secara eksplisit berarti pendengaran jauh.
Menurut Kriyantono (2009) studi tentang media bersumber pada dua perspektif, yaitu khalayak media bersifat aktif dalam menerima pesan media (struktur realistis) dan perspektif yang menganggap khalayak itu bersifat pasif dan mudah dipengaruhi secara langsung oleh media. Kahalayak yang bersifat aktif dipandang sebagai anggota-anggota kelompok yang berbeda karakteristik serta dimungkinkan dipengaruhi oleh rekannya, khalayak mampu berdiri sendiri, heterogen, dan memiliki tingkat selektifitas yang tinggi. Khalayak yang bersifat pasif dipandang sebagaui “undifferentiated mass” yang bersifat homogen. Media dipandang memiliki kekuatan yang luar biasa.
Menurut van den Ban dan Hawkins (1996) mengemukakan bahwa media audio visual dapat memerankan dua fungsi yang berbeda yaitu memperbaiki proses alih informasi (terutama proses kognitif) dan mengembangkan atau memperkuat motivasi untuk perubahan (yang pada awalnya adalah proses emosional). Film dan video berguna untuk mengembangkan dan memperkuat motivasi karena dapat membangkitkan keterlibatan emosi petani pada masalah yang ingin didiskusikan penyuluh.
Konsepsi Komunikasi
Komunikasi yang efektif merupakan tujuan dalam berkomunikasi. Menurut Tubbs dan Moss (2005) secara sederhana komunikasi dikatakan efektif bila orang berhasil menyampaikan apa yang dimaksudkannya. Secara umum, komunikasi dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsamgan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima. Keefektifan dalam penyampaian pesan akan menentukan kualitas suatu pesan.  Terdapat lima ukuran yang dapat dijadikan sebagai ukuran komunikasi yang efektif, yaitu pemahaman, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik dan tindakan.
Menurut Kossen (1983) suatu pemahaman akan rintangan-rintangan komunikasi yang pokok dapat membantu anda menghindarkan atau mengatasinya di masa yang akan datang. Rintangan komunikasi efektif berasal dari persepsi yang berbeda, terjemahan yang salah, emosim kecurigaan, kebiasaan mendengar yang buruk dan teknik bertanya yang buruk.
Menurut Nurudin (2007) dalam Mardikato (1993) penyuluh pertanian berperan penting dalam penyebaran suatu inovasi ke tengah masyarakat pedesaan dan juga bertindak atas nama pemerintah. Penyuluhan dikatakan berperan penting karena; 1) sebagai proses penyebar informasi, 2)sebagai proses penerangan, 3)sebagai proses perubahan perilaku, 4) sebagai proses pendidikan, dan 5) sebagai proses rekayasa sosial.

Konsepsi Komunikasi
Menurut Effendy (2000) komunikasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu komunikasi dalam pengertian secara umum dan pengertian secara paradigmatik  supaya jelas dalam pelaksanaan teknik komunikasi tersebut. secara umum komunikasi dapat dilihat dari dua segi, yaitu secara etimologis dan terminologis. Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio dan perkataan ini bersumber dari kata communis  yang artinya sama, dalam arti kata sama makna, yaitu sama mengenai suatu hal. Jadi komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang berkomunikasi terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Jadi yang dimaksud disini adalah komunikasi manusia atau human communication.
Secara paragdigmatis, komunikasi mengandung tujuan tertentu, ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, televisi, atau film, maupun media nonmassa, misalnya surat telepon, papan pengumuman, poster, spanduk dan sebagainya. Secara lengkapnya komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh sesorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media.
Menurut Vardiansyah (2004) komunikasi terdiri dari unsur-unsur yaitu komunikator, pesan, medium, komunikan, efek dan umpan balik serta melihat pula bentuk atau pola hubungan komunikator-komunikan seperti jumlah komunikator, sifat pesan, saluran dan media, jumlah komunikan, efek konatif, kesegaran umpan balik dan pola hubungan komunikator-komunikan. Semakin tinggi tataran komunikasi utamanya mulai dari tataran antar pribadi semakin banyak jumlah komunikatornya. Semakin tinggi tataran komunikasi pesan semakin terstruktur dan formal. Semakin tinggi tataran komunikasi, media komunikasi semakin bersifat massal ditujukan sebanyak mungkin khalayak yang tersebar seluas mungkin. Semakin tinggi tataran komunikasi semakin banyak komunikannya. Semakin tinggi tataran komunikasi semakin sulit efek konatif atau perubahan perilaku dicapai. Semakin tinggi tataran komunikasi semakin tertunda umpan balik yang diterima komunikator. Semakin tinggi tataran komunikasi semakin linear dan statis pola komunikasinya.
 Menurut Arifin (2008) dalam perspektif psikologis, komunikasi dikonseptualisasikan atau dipahami sebagai proses dan mekanisme internal penerimaan dan pengolahan informasi dalam diri manusia. Karena itu eksistensi empiriknya (lokusnya) terletak pada diri manusia (bukan pada saluran sebagaimana dalam mekanistis), yaitu pada “kepala” individu yang dinamakan filter konseptual (seperti sikap, persepsi, keyakinan dan keinginan). Itulah sebabnya komponennya bukan lagi sumber/penerima, saluran, pesan/umpan balik efek, melainkan stimulus dan respon, dengan fokus kajian pada individu (penerima). Hal ini terlihat pada berbagai studi mengenai persuasi dan perubahan sikap, komunikasi organisasional, dan komunikasi kelompok. Metodologi yang digunakan pada umumnya eksperimental dan kuantitatif. Hal ini dapat dipahami karena kajian dalam pengembangan paradigma ini merupakan pengaruh dari psikologi terutama sikologi sosial.

SENSUS DAN SURVEI


SENSUS  DAN SURVEI
Menurut Daniel (2002) metode sensus yang dikenal juga sebagai metode pencacahan lengkap artinya semua individu yang ada dalam populasi dicacah sebagai responden. Dicacah artinya diselidiki atau diwawancarai. Metode ini merupakan metode yang paling efektif tetapi tidak efisien dari semua metode penelitian sosial ekonomi yang ada. Konsekuensi dari metode ini adalah biaya, tenaga, dan waktu yang sangat banyak.
Menurut Effendi dan Singarimbun (2008) survei adalah penelitian mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Metode ini bisa dipakai jika sumber informasi berasal dari suatu populasi yang cukup besar sehingga memerlukan tenaga, biaya, dan waktu yang cukup besar juga.

SENSUS DAN SURVEI APA ITU ?


SENSUS  DAN SURVEI
Menurut Daniel (2002) metode sensus yang dikenal juga sebagai metode pencacahan lengkap artinya semua individu yang ada dalam populasi dicacah sebagai responden. Dicacah artinya diselidiki atau diwawancarai. Metode ini merupakan metode yang paling efektif tetapi tidak efisien dari semua metode penelitian sosial ekonomi yang ada. Konsekuensi dari metode ini adalah biaya, tenaga, dan waktu yang sangat banyak.
Menurut Effendi dan Singarimbun (2008) survei adalah penelitian mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Metode ini bisa dipakai jika sumber informasi berasal dari suatu populasi yang cukup besar sehingga memerlukan tenaga, biaya, dan waktu yang cukup besar juga.

UJI KONTINGENSI MAKSIMUM


Hubungan antar variabel dalam koefisien kontingensi berkisar 0 sampai 1 pada uji kontingensi (contingency coefficient) sebelumnya. Jika C sama dengan 0 artinya tidak ada hubungan antar variabel, jika C sama dengan 1 artinya antar varibel memiliki hubungan yang sangat kuat. Kekuatan hubungan sebenarnya antar variabel dapat pula diukur dengan  koefisien kontingensi maksimum. Jika semakin dekat koefisien kontingensi dengan koefisien maksimum, maka semakin kuat pula hubungan antar variabel tersebut.

UJI KONTINGENSI


Untuk mengukur kekuatan hubungan antar variabel yang telah menggunkan uji chi kuadrat, dapat digunakan koefisien kontingensi (contingency coefficient), yaitu :


Uji Statistik Chi-Kuadrat


Untuk menganalisis pengaruh variabel 1 terhadap variabel 2 maka dilakukan dengan memaparkan hasil dalam bentuk uraian dengan menggunakan rumus uji statistik Chi-Kuadrat pada taraf nyata (α = 0,05).
Rumus yang dipakai adalah :
   
 Kaidah Keputusan :

Kaidah keputusan :
X2 hitung ≤ X2 α (n) = terima Ho
X2 hitung > X2 α (n) = tolak Ho
Artinya :
Terima Ho : Tidak terdapat pengaruh antara terhadap B
Tolak Ho   : Terdapat pengaruh antara terhadap B

SEMOGA BEMANFAAT DAN CEPAT LULUS, CAYOO........................

Cara Melakukan Skoring dan Ranking pada penelitian


Skoring merupakan salah satu cara untuk memperoleh data, misalnya mengukur perilaku dan persepsi, dimana skala yang digunakan adalah nominal atau ordinal. Rrumus yang digunakan untuk membuat interval kelas dan digunakan untuk menjawab tujuan pertama yaitu mengukur persepsi petani dalam penyambungan tanaman kopi adalah sebagai berikut :
Rumus yang digunakan membuat interval kelas adalah:
NR      = NST – NSR
PI        = NR : JIK
Dimana :
NR      = Nilai Range
NST     = Nilai Skor Tertinggi
NSR    = Nilai Skor Terendah
JIK      = Jumlah Interval Kelas
PI        = Panjang Interval
Dengan hasil yang didapat, maka dapat dibuat interval-interval dan kategori-kategorinya, misalnya perhitungan untuk membuat interval kelas pada persepsi petani adalah sebagai berikut :
NST    = 42 (7 indikator x 2 pertanyaan x bobot pertanyaan (3) )
NSR    = 14 (7 indikator x 2 pertanyaan x  bobot pertanyaan (1) )
JIK      = 3
Sehingga:
NR      = NST – NSR                                     PI        = NR : JIK
            = 42 - 14                                                          = 28 : 3
            = 28                                                                 = 9,33
Untuk interval kelas untuk tiap indikator adalah :
NST     =  6 ( 2 pertanyaan x bobot pertanyaan (3) )
NSR    =  2 ( 2 pertanyaan x bobot pertanyaan (1) )
JIK      = 3
Perhitungan:
NR      = NST – NSR                                     PI        = NR : J
IK
            = 6 - 2                                                              = 4 : 3
            = 4                                                                   = 1,33
Untuk interval kelas per per pertanyaan adalah :
NST     = 3 ( pertanyaan x bobot pertanyaan (3) )
NSR    = 1 ( pertanyaan x bobot pertanyaan (1) )
JIK      = 3
Perhitungan :
NR      = NST – NSR                                     PI        = NR : JIK
            = 3 – 1                                                             = 2 : 3
            = 2                                                                   = 0,66
Tabel 6. Nilai interval kelas untuk mengukur persepsi petani dalam SLPHT kopi di Kelurahan Karang Dalo Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam
No
Nilai interval kelas
(skor total)
Nilai interval kelas (per indikator)
Nilai interval
(per pertanyaan)
Kriteria
1
14,00 ≤ x ≤ 23,33
       2,00 ≤ x ≤  3,33
1,00 ≤ x ≤ 1,66
Rendah
2
23,33 < x ≤ 32,66
       3,33 < x ≤  4,66
1,66 < x ≤ 2,33
Sedang
3
 32,66 < x ≤ 42,00      
       4,66 < x ≤  6,00
2,33 < x ≤ 3,00
Tinggi
 untuk nilai interval per pertanyaan, merupakan suatu yang non logis untuk dianalisa, karena dalam 1 indikator skor yang didapat terendah adalah 2 dan tertinggi adalah 6 (jika memakai tabel diatas).
apa mau dirata-rata sehingga didapat niaai 1 s.d. 3 ? tidak logis kan?

semoga bermanfaat


Key words ; skoring, barizi, nasution, skor, nilai tertinggi, nilai terendah, NST, NSR, Jarak, Interval, metode, metodologi, penelitian


kuesioner apa itu ?


Kuesioner atau daftar pertanyaan berisi satu set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Kusioner tertutup berisi daftar pertanyaan tertutup. Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang variasi jawabannya sudah ditentukan dan disusun terlebih dahulu, sehingga responden tidak mempunyai kebebasan untuk memilih jawaban kecuali yang sudah diberikan. Tujuan pembuatan kuesioner adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan dan memperoleh informasi dengan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin.

Definisi Wawancara


Wawancara adalah percakapan langsung dan tatap muka (face to face) dengan maksud tertentu. Serupa dengan hal itu Lincoln dan Guba (1985) dalam Suprayogo dan Tobroni (2009), mengemukan bahwa tujuan wawancara antara lain mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, kepedulian dan lain-lain. Kebulatan: merekonstruksi kebulatan kebulatan yang dialami masa lalu; memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang; memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.

Data primer merupakan data yang dikumpulkan dari situasi aktual ketika peristiwa terjadi sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari tangan atau sumber kedua atau dari sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelum penelitian dilakukan. Data sekunder meliputi komentar, interpretasi, atau pembahasan tentang materi original. Data primer diperolah dari pengamatan dan wawancara langsung kepada petani contoh dengan menggunakan kuesioner. Dalam penelitian ini digunakan kuesioner tertutup.

METODE ILMIAH DAN METODOLOGI
Penelitian ilmiah adalah aplikasi secara formal dan sistematis dari metode ilmiah untuk mempelajari dan menjawab permasalahan.
Metode ilmiah (1) bersifat kritis dan logis, (2) logis, (3) obyektif, (4) bersifat konseptual dan kritis, (5) empiris, dan (6) sistematis. Metodologi merupakan bidang yang menitik beratkan pada metode yang ditempuh dalam memperoleh pengetahuan, mengikuti beberapa tahap yaitu perumusan masalah, penyusunan kerangka konseptual, hipotesis, observasi dan generalisasi.
Metode bisa diartikan teknik atau prosedur, seperti teknik pengumpulan dan analisis data.
BENTUK-BENTUK PENELITIAN ILMIAH
         Atas dasar tujuan penyelenggaraannya :
      -  Penelitian murni
      -  Penelitian terapan
      -  Penelitian pengembangan
         Atas dasar pola kerjanya :
      -  Penelitian induktif
      -  Penelitian deduktif
         Atas dasar cara kerja : Metode (1) sejarah, (2) survei, (3) telaah kasus, (4) eksperimen, (5) telaah mengakar, (6) telaah tindak, (7) riset evaluasi, (8) telaah gerak dan waktu, dan (9) riset operasi.
PENELITIAN FISIK DAN EKONOMI
    Fisik
      - controlled exp.
      - beranjak dari data
      - teorinya simpel
      - sebagai sains, lebih tertuju kepada benda
    Ekonomi
      - multivariat
      - beranjak dari teori atau bahkan filsafat
      - teorinya kompleks
      - ilmu yang secara spesifik dibangun sebagai
      - science

Kendala pada sawah tadah hujan dan cara mengatasinya
kendala :
·         resiko tinggi, musim hujan kebanjiran dan musim kemarau kekeringan, OPT (organisme pengganggu tanaman) serta kegaraman (salinity)
·         Pengelolaan sawah tadah hujan yang masih rendah
·         Masih rendah modal dan organisasi petani
·         Teknologi pengelolaan yang masih rendah (tradisional serta tidak tepat guna)
·         Pertumbuhan penduduk, kemiskinan dan kepemilikan lahan
·         Kebijakan pemerintah dan pasar yang kurang berpihak kepada petani (adanya tengkulak) serta sistem yang merugikan petani
Cara mengatasi :
·         Pemuliaan tanaman, dan teknik budidaya yang baik (Ingram, 1995) dan pengelolaan hara tanaman (Ladha et al, 1998) sertaPengelolaan tata air dengan baik (modern dan kearifan lokal), serta penanaman yang sesuai, mis cukup air padi, kurang air palawija
·         peningkatan pengelolaan pertanian berkelanjutan, pertanian organik
·         mempermudah akses permodalan, misalnya melalui bntuan dan kredit lunak. Peningkatan organisasi petani melalui kelompok tani, koperasi, lumbung pangan dsb
·         peningkatan teknologi modern yang tepat guna (ekologis, teknis dan sosial ekonomi) dengan melibatkan kearifan lokal yang sesuai
·         penerapan lahan pangan abadi
·         sinergi para stake holder, terutama pemerintah dalam regulasi, input, proses dan ouput. Memperpendek rantai pemasan dan meniadakan sistem yang salah, misalnya tengkulak, sistem ijon